Di
Balik Butirian Tasbihku
Tuhan…
Ku teriak dalam sepiku
Bersenandung dalam lirihku
Menyebut asmamu
Menggambarkan kerinduan akan hadirmu
Di setiap detak langkahku
Dalam
butiran tasbihku
Cahayamu
terpancar
Putih
kilaumu
Tak
akan pernah lenyap
Tak akan sanggup lepas
sirna
Aku…
Seputih itukh hatiku
Ku bercermin diantara sajadah itu
Aku hanya hambamu
Yang tak lepas dari lumuran dosa
Kau
ciptakan aku begitu sempurna
Tapi
aku terkadang ingkar
Akan
nikmat dan anugerahmu
Sering
juga aku lupa
Atas
semua karunia terindahmu
Tuhan… ilahi robbi
Dibalik butiran tasbihku
Ku sebut…astaghfirullah
Ampuni segala dosa
Berilah aku jalan menuju surge
Rapuh
Terhenti seketika
Saat hati ini meraih suka
Sirnalah segala
Kecuali cinta padamu kian bergelora
Mata tak mampu memandang
Hanya hati yang lapang
Tuk menyambut engkau
Di
siang dan malam yang tiada beda
Emas
tak lagi berharga
Harta
tak mampu berlimpah
Pakaian
tak lagi membuat gagah
Hati kian gundah
Mencari puncak tanpa lelah
Meski hati telah resah
Mendengar kicauan burungpun tak indah
Tubuh
ini tak lagi lemas
Jiwa
ini tak lagi panas
Saat
ku tahu tiada lagi batas
Saat
ku menemukan yang paling atas
Aku telah menemukan aku
Tapi aku juga kehilangan aku
Bahkan aku tak tahu siapa aku
Yang kutahu hanya bercinta denganmu
Dengan dzikir dan sujudku
Jika Kita
Desir angin kembali menyapa
Insan yang selalu lupa
Akan karunia
Mengeja
kata demi kata
Untuk
mencari makna
Dari
sebuah peristiwa
Yang
membuat resah
Belajar membaca hal yang tak Nampak
Meski kadang tak mampu menyimak
Tak
lagi mampu
Tak
lagi sanggup
Bahkan
tak lagi mau
Jika kita telah mampu
Jika kita telah sampai
Pada sang pemilik waktu
Tak ada lagi rasa ataupun cinta
Yang mampu berkata
Kecuali kepadaMu sang pencipta alam
semesta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar