Kamis, 01 Juni 2017

Mengembangkan kepercayaan diri melalui proses perencanaan pidato

Professsor Montrose memulai kelas dengan mengatakan "mari kita lihat beberapa kata kunci dari bab yang ditugaskan untuk membaca untuk hari ini." ia kemudian menunjuk ke Paul dan bertanya, "apa yang menjadi kunci untuk memecahkan masalah Kingston efektif?" Paul, menggerutu dan berubah merah, mulai berkeringat dan tergagap, "baik, eh, saya kira itu, baik ..." Montrose kemudian menunjuk ke siswa berikutnya dan bertanya, "Sylvia, apa yang akan kamu katakan tentang ini?" Sylvia melihat Prof. Montrose dan jawaban, "Menurut teks, ada tiga langkah yang terlibat." ia melanjutkan dengan daftar langkah-langkah dan kemudian mendiskusikan ketiganya.
Kamu mungkin berpikir, "miskin, Paul. ia baru saja jadi gugup ketika Montrose menunjuk ke arahnya dan bertanya pertanyaan yang dia tidak bisa mengingat apa-apa." dan mungkin bahwa dia menderita anxiety- pidato parah atau demam panggung. tapi kemudian mengapa Sylvia dapat melihat Montrose di mata, katakan padanya tampaknya ada tiga langkah, dan kemudian disccus masing-masing? satu jawaban mungkin "baik, dia tidak menderita demam panggung, jadi dia bisa menjawab pertanyaan itu." lagi, yang mungkin juga benar. tapi ada jawaban lain juga: Paul tidak siap untuk kelas, sementara Sylvia tidak hanya membaca materi teks tetapi juga telah digariskan poin kunci dan memeriksa mereka sambil minum kopi sebelum kelas.
Pemahaman mengenai ketakutan berbicara didepan umum
Seseorang memiliki ketakutaan untuk berbicara didepan umum ketika mereka baru pertama melakukannya. Dan mereka yang mengajar untuk berbicara sudah tertekan dengan membantu murid-murid mengatasi ketakutan mereka hampir sepanjang waktu. Ketakutan berbicara di depan umum, suatu kegelisahan dalam berkomunikasi, adalah tingkat ketakutan seseorang alami ketika mengantisipasi atau ketika berbicara kepada audiens. Hampir semua dari kita memiliki tingkat ketakutan untuk berbicara di depan umum, tapi sekitar 15% dari populasi U.S mengalami tingkat tertinggi dari ketakutan. Namun ketakutakan ini tidak pernah menghentikan seseorang untuk berbicara! dalam karir mengajar kami hanya memiliki dua siswa yang demam panggung begitu parah sehingga mereka tidak bisa menyelesaikan pidato. pertama berjalan kedepan kelas, melihat audien, dan berlari kembali ke tempat duduk. yang lain berhenti, berubah pucat, duduk, dan kemudian berjalan kembali ke tempat duduknya. Hari ini kita mendapat keuntungan dari sekian banyaknya penelitian pelajar yang pernah melakukan penelitian metode berbicara didepan umum untuk membantu kita mengatasi rasa grogi kita.
Tanda-tanda ketakutan dalam berpidato
Tanda-tanda ketakutan dari berbicara di depan umum berbedara-beda dari individu satu dengan individu yang lainnya, dan  pergerakan gejala dari mendingan hingga tidak ada sama sekali. Termasuk gejala jasmani, emosi, dan reaksi mental. Gejala jasmani, kamu mungkin mengalami gangguan (atau mual), kulit yang memerah, berkeringat, bergetar, pusing, cepat atau beratnya detak jantung, dan hilangnya kefasihan dalam berbicara termasuk gagap dan pengucapan yang tersendak-sendak (“seperti”,”kamu tahu”,”ah”,”um”). Gejala secara emosi, kamu mungkin akan khawatir, cemas, atau bingung. Kamu juga akan berfikir negatif atau pemikiran yang berpola. Sebagai contoh, ketakutan yang terlalu terhadap seseorang mungkin akan menetapkan pemikiran seperti “aku akan membuat diriku bodoh” atau “saya hanya tahu bahwa saya akan menggagalkannya”.
Untunglah, tingkat dari ketakutan berbicara didepan umum yang kita alami terlihat berbeda dan berangsur-angsur berkurang sepanjang kita berbicara. Penelitian sudah mengidentifikasi tiga macam dari reaksi proses yang kita lalui: reaksi selama menunggu, efek konfrontasi, dan reaksi dalam beradaptasi.
Reaksi selama menunggu, adalah tingkat dimana kegelisahan yang kamu alami sebelum memberikan pidato, termasuk kamu merasa grogi sembari mempersiapkan dan menunggu untuk berpidato.
Reaksi konfrontasi, adalah dimana tingkat kegelisahanmu kamu merasa seperti kamu akan memberikan pidato. Tingkat ini kamu akan mulai gugur sekitar satu menit atau sampai kamu berpidato dan akan biasa pada saat berbicara sekitar lima menit  sampai kamu presentasi.
Reaksi dalam beradaptasi,  dimana tingkat kegelisahanmu berangsu-angsur turun itu mulai sekitar satu menit sampai presentasi dan berkurangnya tingkat rasa kegelisahanmu hingga waktu sebelum berbicara sekitar lima menit. Peneliti menemukan hampir dari kita mengalami tingkat tengah-tengah antara rasa menunngu dan konfrontasi reaksi. Jadi, itu normal merasa grogi sebelum kamu berbicara.
Penyebab ketakutannya berpidato
Penyebab dari ketakutan berbicara di depan umum masih dipelajari, tapi beberapa penyebab sudah di ajukan. Yang termasuk ketakutan ini karena watak berdasarkan faktor biologis, pengalama sebelumnya, dan tingkat dari kemampuan.
Watak berdasarkan faktor biologis
Pertama, baru-baru ini peneliti menemukan bahwa ketakutan berbicara di depan umum mungkin sudah bawaan dari lahir. “communibiological” ini menjelaskan proses bahwa beberapa dari kita mengalami ketakutan saat berbicara di depan umum yang berawal dari watak kita. Yang mana sudah tertanam pada syaraf kita secara alami. menurut teori ini, ada dua aspek watak yang mewarisi, kepribadian yang terbuka dan kepribasian yang tertutup dan neurotisme, bercampur bersama menciptakan ketakutan berbicara di depan umum pada tingkat tertinggi. Seorang yang berkepribadian terbuka mengalami ketakutan tingkat rendah untuk berbicara di depan umum daripada orang yang berkepribadian tertutup. Orang yang berkepribadian terbuka biasanya lebih ramah, lincah, aktif, tegas, dominan, dan menantang daripada orang yang berkepribadian tertutup. Tingkat ketakutan berbicara di depan umum juga berhubungan dengan karakter watak yang di sebut “neurotisme”. Orang yang memiliki watak neurotik pada tingkat yang lebih tinggi mengalami secara umum cemas, depresi, rasa bersalah, rasa malu, perubahan suasana hati, dan berpikir yang tidak rasional daripada mereka yang memiliki watak yang lebih stabil. Menurut teori communibioogical, ketakutan berbicara di depan umum cenderung lebih tinggi bagi mereka yang memiliki kepribadian yang tertutup dan neurotik. Apakah ini berati jika kamu memiliki watak yang cenderung memiliki ketakutan berbicara di depan umum pada tingkat tinggi maka kamu ditakdirkan untuk gagal dalam upaya untuk berbicara secara efektif? Tentu saja tidak, tapi itu akan memacu anda bahwa “kamu akan melawannya” dan mungkin akan membutuhkan pertolongan khusus belajar dalam bagaimana utnuk menguasai beberapa aspek yang buruk pada watakmu.
Pengalaman sebelumnya
Kedua, tingkat ketakukan berbicara di depan umum mungkin juga penguat dari akibat yang kita terima dari usaha yang kita lakukan pada pembicara sebelumnya. Dari membaca dengan lantang selama kelas dua untuk melaporkan secara lisan di kelas IPA untuk menerima penghargaan olahraga di perjamuan, kita memiliki berbagai pengalaman “berbicara di depan umum”. Seberapa baik kita tampil di masa lampau adalah seperti mempengaruhi bagaimana ketakutan kita ketika berbicara di depan umum sekarang. Jika guru kelas duamu memalukanmu ketika kamu membaca dengan lantang, atau jika kamu gagal dalam laporan IPA, atau jika temanmu menertawakanmu saat kamu memberikan sambutan pidato, kamu mungkin akan lebih ketakutan untuk berbicara di depan umum daripada jika sebelumnya kamu telah dipuji karena usahamu. Ketakutan berbicara di depan umum yang kita rasakan adalah karena pengalaman kita sebelumnya, pemikiran yang kurang nyaman, tidak bisa menghalangi penampilan kita yang selanjutnya. Ada banyak strategi yang bisa kita gunakan selama kita melakukan persiapan untuk berbicara itu yang akan membantu mengurangi ketakutan kita dan lebih efektif. Kita akan berdiskusi beberapa dari strategi ini.
Tingkat kemampuan
Penyebab yang ketiga dari ketakutan berbicara di depan umum kita percaya apa datang dan yang terpenting dari kemampuan berbicara yang kurang berkembang. Ini merupakan “kempuan yang kurang” teori sebelumnya menjelaskan tentang ketakutan dan terus mendapat perhatian peneliti. Itu menjadikan kita ketakutan karena kita tidak tahu bagaimana untuk (atau memilih untuk tidak) merencanakan atau mempersiapkan presentasi yang efektif.
Merencanakan pidato yang efektif merupakan sebuah proses yang tersusun secara rapi yang didasarkan pada satu keterampilan. Ketika kita tidak tahu apa yang kita lakukan atau menerapkan keterampilan ini, kita cenderung memiliki tingkat reaksi antisipasi yang tinggi. Di sisi lain, ketika kita menjadikannya kemampaun pada 6 langkah proses merencanakan pidato dan kita menggunakannya dengan sangat teliti untuk mempersiapkan presentasi. Presentasi kita akan memberikan kita kepercayaan diri menjadikan rasa antisipasi akan berkurang dari pada kita tidak mempersiapkan dengan baik. Tujuan dari kuliah ini adalah membantumu menjadi terampil dan dengan demikian akan menjadikanmu pembicara yang percaya diri.
Tingkat ideal ketakutan
Banyak dari kita yang percaya bahwa akan lebih baik jika kita bebas sepenuhnya dari rasa grogi dan ketakutan. Tapi berdasarkan studi tahun ini, Prof. Gerald Phillips menarik kesimpulan bahwa rasa grogi tidak selalu negatif. Dia mencatat bahwa “pembelajaran secara langsung terbaik ketika tubuh berada pada titik ketegangan”. Faktanya, sedikit grogi akan membantu kita melakukan yang terbaik, jika kamu lesu ketika memberikan pidato, kamu mungkin tidak melakukannya dengan baik.
Karena setidaknya sedikit ketegangan mengkonstruktif, tujuannya tidak untuk menghilangkan rasa grogi tapi belajar bagaiman untuk menguranginya. Menurut Phillips, pembelajaran yang diikuti sekelompok mahasiswa yang mengambil kursus berbicara menemukan bahwa hampir dari keseluruhan mereka mengalami ketegangan, tetapi hampir dari mereka telah belajar untuk mengurangi rasa grogi. Phillpis mengambil kesimpulan bahwa “kelihannya mereka telah belajar untuk mengatur ketengangan, tidak terlihat lagi pada mereka, dan mereka akan maju terus dan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.” jadi mari kita lihat bagaimana kamu mengatasi dan ketakutan demam panggung. Dan menggunakannya untuk kepentinganmu.
Mengatasi Ketakutan berbicara di Depan Umum
Karena ketakutan kita untuk berbicara di depan umum disebabkan karena berbagai permasalahan, ada beberapa metode secara umum yang bisa membantu kita untuk mengurangi rasa cemas kita dan beberapa teknik yang lebih spesifik yang bisa kita gunakan untuk mengatur rasa grogi kita.
Metode Umum
Beberapa metode memiliki tujuan dalam mengurangi ketakutan sebagai akibat dari  pikiran kita yang khawatir dan keyakinan yang tidak rasional. Metode yang lain menjadikan senjata dalam mengurangi gejala fisik yang kita alami. Sedangkan  yang lain masih fokus terhadap membantu kita mengatasi kurangnya kecakapan yang membawa kita pada kecemasan. Di sesi ini kita mempertimbangkan 4 metode umum untuk mengurangi ketakutan dalam berbicara di depan umum.
  1. Komunikasi yang berorientasi motivasi (COM) teknik dibuat untuk mengurangi rasa cemas dengan membantu kita memakai “komunikasi” ketimbang “pertunjukkan” yang berorientasi pada pidato kita. Menurut Michael Motley, kekhawatiran berbicara di depan umum akan meningkat jika kita hanya berpusat pada penampilan kita, melihat berbicara di depan umum sebagai situasi yang menuntut kita menyampaikan dengan taknik yang spesial dalam rangka untuk membuat audiens terkesan “estetika” atau melihat audiens sebagai dari pengkritis yang tidak akan memaafkan kesalahan kita meskipun sedikit. Di sisi lain, jika kita melakukan pendekan pidato dari komunikasi yang berorientasi motivasi, kita lihat pidato kita sebagai kesempatan untuk berbincang dengan beberapa orang tentang sebuah topik yang penting untuk kita dan juga untuk audien. Ketika kita memiliki komunikasi yang berorientasi pada motivasi, kita akan tetap fokus untuk mendapatkan pesan kita dapat tersampaikan pada audien bukan pada bagaimana audiens menilai atau bereaksi terhadap kita sebagai pembicara.
Jadi, metode satu yang kita gunakan untuk mengurangi ketakutan berbicara di depan umum untuk memberikan penampilan yang berorientasi pada dasar perseorangan memahami ketakutan dari berbicara di depan umum, membantu mereka memahamkan bagaimana penampilan yang berorientasi menambah ketakutan mereka, dan bekerja dengan mereka sehingga mereka sadar mereka mengadopsi sebuah komunikasi yang berorientasi. Ketika kita mengenali bahwa berbicara di depan umum sangat mirip seperti berbicara santai, yang mana kita fokus pada pesan dan orang yang mendengarkan, dan kita mengetahui bahwa audien kita sibuk dengan memahami isi konten pidato kita, tidak dengan menilai kita, kita harus mengadopsi komunikasi ketimbang penampilan yang berorientasi dan kegelisahan kita berbicara di depan umum akan menurun.
  1. Visualisasi yaitu sebuah metode mengurangi ketakutan dengan menolong kita mengembangkan gambaran mental dari diri kita memberikan pidato yang ahli. Sama seperti teknik komunikasi yang berorientasi motivasi, visualisasi akan membantu kita mengatasi mental dan emosi yang disebabkan dari ketakutan. Joe Ayres and Thtodore S. Hopf, dua pelajar yang melakukan penelitian tentang visualisasi, mereke menemukan bahwa seseorang bisa melihat dirinya sendiri melalui keseluruhan persiapan pidato dan proses membuat pidato, mereka akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berhasil ketika mereka berbicara.
Visualisasi telah digunakan secara luas dengan atlet untuk meningkatkan kinerja olahraga. Dalam belajar pemain mencoba untuk memperbaiki persentase penembakan yang buruk, pemain dibagi dalam tiga kelompok. Satu tidak pernah berlatih, dan kelompok yang lain berlatih, dan  kelompok ketiga berlatih visualisasi. Seperti yang kita sangka, mereka yang berlatih mengalami peningkatan yang lebih daripada mereka yang tidak berlatih. Apa yang terlihat sangat menakjubkan adalah mereka yang hanya berlatih visualisasi mengalami peningkatan hampir seperti mereka yang berlatih. Bayangkan apa yang terjadi ketika kamu visualisasikan dan berlatih dengan baik!.
Dari visualisasi proses dari pembuatan pidato, orang tidak hanya akan mengurangi ketakutan yang awam, tapi mereka juga akan memiliki laporan pemikiran negatif yang sedikit ketika mereka benar-benar berbicara. Jadi, kamu akan menggunakan kegiatan visualisasi sebagai bagian dari persiapan pidatomu. Untuk melengkapi kegiatan visualisasi yang akan membantumu untuk mempersiapkan pidatomu, gunakan kaset CD-ROM Challenge of Effective Speaking untuk mengakses web 2.1: Gambaran kesuksesanmu. Kegiatan audio ini akan membimbingmu melalui visualisasi dimana kamu akan membayangkan bahwa kamu akan berhasil menyempurnakan kelengkapan dari persiapan pidato dan proses presentasi. Dan sekalipun untuk informasi yang lebih tentang visualisasi, lengkapi InfoTrac College Edition latihan hingga akhir bab ini.
  1. Ketidaksensitifan sistematis merupakan sebuah metode mengurangi ketakutan dengan secara bertahap orang yang memiliki peristiwa visualisasi yang semakin takut. Perseorangan harus mempelajari cara untuk relaksasi, kemudian memperlajari untuk menerapkan ini tiap-tiap dari cara menimbulkan kecemasan sekalipun mereka visualisasi dan mempelajari tetap santai ketika mereka menghadapi situasi yang menimbulkan kecemasan di kehidupan nyata. Metode ini digunakan orang untuk mengatasi gejala psikis dari ketakutan berbicara di depan umum. Semenjak “santai” mudah untuk diucapkan, program ini fokus untuk mengajarimu langkah untuk merilekskan otot. Proses melibatkan meregangkan secara sadar dan kemudian merilekskan otot untuk belajar mengenali perbedaan antara kedua kedudukan. Kemudian, dalam posisi rileks, kamu membayangkan dirimu dengan sukses lebih dalam situasi tertekan- contohnya, pencaarian topik pidato di perpustakaan, berlatih pidato dengan keras dikamar, dan pada akhirnya memberikan pidato. Tujuan yang terakhir dari desentasi sistem adalah agar kami mentransfer perasaan tengan yang kita capai selama visualisasi tepat saat berbicara. Tenang pada aba-aba- dan itu akan bekerja.
  2. Pelatihan kemampuan berbicara di depan umum sistem pembelajaran dari kemampuan yang melibatkan dalam menyiapkan dan menyampaikan pidato yang efektif dengan tujuan meningkatkan kompetensi berbicara dengan maksud mengurangi ketakutan berbicara di depan umum. Pelatihan kemampuan didasarkan pada asumsi dari kegelisahan kita tentang berbicara di depan umum karena kesadaran  yang kita tidak tahu bagaimana untuk sukses, bahwa kita kurang pengetahuan dan tindakan untuk menjadi efektif. Karena itu, jika kita memperlajari proses dan sikap bersosialisasi dengan membuat pidato yang efektif, kemudian kita akan kurang gelisah. Kemampuan berbicara di depan umum juga termasuk mereka yang menggabungkan dengan proses dari tujuan analisis, analisis audien dan situasi, pengelompokkan, penyampaian, dan evaluasi diri sendiri.
Dari kesemua empat metode untuk mengurangi ketakutan berbicara di depan umum pernah sukses dalam membantu orang mengurangi rasa cemas mereka. Penelitian dimulai dari studi perilaku untuk mengidentifikasi teknik yang mana yang paling cocok untuk orang-orang tertentu. Studi perilaku dari Karen Kangas Dwyer menganjurkan program yang paling efektif untuk memerangi ketakutan adalah satu gunakan berbagai teknik tapi perseorangan dari mereka jadi teknik itu digunakan dalam urutan yang sesuai dengan urutan yang mana perseorangan mengalami ketakutan. Jadi, sebagai contoh, jika kamu bereaksi langsugn saat berhadapan dengan situasi pembicaraan memikirkannya sedikit cemas. (“aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan”),(“aku akan membuat diriku bodoh”), yang mana ketika kamu merasa gugup, kamu akan melakukan yang terbaik pertama dalam pelatihan atau COM teknik. Lain orang yang segera merasa ketegangan psikis dari ketakutan (seperti mual dan detak jantung yang cepat) akan akan mendapat keuntungan dari sistem pembelajaran pertama teknik desentisasi belum bekerja dengan visualisasi atau penerimaan pelatihan kemampuan. Jadi, untuk mengurangi ketakutan berbicara di depan umum mungkin kamu akan membutuhkan empat teknik tersebut untuk dinggunakan, tapi gunakan teknik sesuai urutan cocokan urutan yang mana kamu mengalami ketakutan.
Teknik-Teknik Khusus
berhubungan dengan 4 metode umum yang sudah kita bahas sebagai jalan untuk sebuah sistem yang mengatasi ketakutan berbicara di depan umum, instruktur pembicara umum biasanya merekomendasikan beberapa teknik yang lebih spesifik untuk pemula.
1.      Memiliki waktu yang cukup untuk persiapan. Selama perkuliahan pertama kamu akan meneriam silabus, sebuah rencana untuk mengetahui apa yang akan terjadi selama masa perkuliahan. Instrukturmu akan memberitahumu antara berapa banyak dan jenis dari pidato yang seperti apa yang akan kamu dapatkan selama masa perkuliahan. Dengan berdasar pada informasi ini, kmu bisa mengembangkan jadwal dalam mempersiapkan setiap pidato lebih dari satu atau dua minggu. Jika kamu mempunyai topik terbaru dalam seminggu atau sepuluh hari utamakan dalam pengumpulan presentasi, kamu harus bisa mengatur waktu yang cukup untuk mempersiapkan pidatomu.
2.      Latihlah pidatomu dengan lantang. Ketika kamu berlatih pidatomu dengan lantang, kamu akan nyaman mendengarkan dirimu berbicara tentang topikmu. Kamu indentifikasi dari sesi pidatomu dimana ketika idemu tidak mengalir dan dimana kamu membutuhkan untuk melakukan persiapan tambahan. Dengan ketiga atau keempat kali kamu berlatih lantang, kamu akan mengetahui cara penyampaianmu menjadi lebih mudah dan kepercayaan dirimu akan bertambah dalam kemampaunmu untuk menyampaiakan ide kepada yang lainnya.
3.      Pilih waktu yang tepat untuk berbicara. Dalam beberapa kelas, pada hari dimana kamu akan mengumpulkan tapi urutan pembicara pada hari itu adalah relawan. Beberapa murid menjadi gugup ketika mereka duduk dan mendengarkan yang lain, jadi mereka lebih baik berbicara lebih awal di lain waktu. Murid yang lain menemukan bahwa mendengarkan akan teman mereka akan menenangakan mereka, jadi mereka lebih baik berbicara nanti dalam lain waktu. Jika diberikan kesempatan, pilih untuk waktu berbicara yang optimal buatmu.
4.      Pengaruhi dirimu dengan yang positif. Dengan tepat sebelum memulai untuk berbicaara. Latih dirimu dengan permainan sederhana “pregame basi”. Ingatkan dirimu pada pentingnya dari apa yang kamu ucapkan. Ingat semua kerja kerasmu untuk menyelesaikan semua persiapan dan ingat bagaimana bagusnya dirimu ketika kamu pada saat terbaikmu. Ingatkan dirimu bahwa rasa gugup itu normal dan sangat berguna. Beritahu dirimu bahwa kamu percaya diri dan siap.
5.      Tatap audien. Tatap audien dengan percaya diri. Saat waktunya berjalan kedepan dengan penuh tujuan. Lihat audiens untuk beberapa saat. Ambil nafas yang dalam saat kamu tersenyum dan mulai untuk memperkenalkan diri.
6.      Tetap fokus pada idemu. Sekalipun kamu mungkin merasa grogi, penonton tidak akan suka melihatnya. Lanjutkan fokus pada berbagi idemu dengan audiens daripada fokus pada grogimu.
Mendapatkan kepercayaan diri melalui perencanaan pidato yang efektif
Apakah kamu seorang manajer account pemasaran menyajikan ide kampanye iklan untuk saingan lengkunganmu, atau mahasiswa memberikan pidato di kelas, kamu akan lebih percaya kemungkinan keberhasilanmu ketika kamu telah mengembangkan rencana pidato yang efektif - strategi untuk mencapai tujuan kamu.
Rencana pidato yang efektif yaitu hasil dari proses enam-langkah:
1. Memilih tujuan berbicara tertentu yang sesuai audiens dan kesempatan
2. Memahami audiens dan beradaptasi dengannya.
3. Mengumpulkan dan mengevaluasi informasi untuk digunakan dalam pidato
4. Pengorganisasian dan mengembangkan cita-cita menjadi garis besar pidato yang terstruktur
5. Memilih alat bantu visual yang sesuai untuk audiens.
6. Berlatih kata-kata ucapan dan pengiriman
di bagian selanjutnya dari buku ini, kamu akan mempelajari keterampilan yang terkait dari setiap langkah. Ketika kamu berlatih keterampilan, kamu akan mendapatkan kepercayaan diri dalam kemampuanmu untuk mempresentasikan idemu secara efektif. Mari secara singkat kita priview apa yang kamu pelajari di setiap langkah.
Langkah 1: pilih tujuan pidato yang sesuai untuk audiens dan kesempatan
Tujuan pidatomu (atau tujuan pidato) adalah pernyataan dari keinginanmu ingin audiens  tahu, percaya, atau lakukan. Untuk sampai pada tujuan tersebut, kamu mulai dengan memilih topik. Terlepas dari apakah kamu seorang pembicara terkenal atau sedang mempersiapkan pidato pertammu, saran adalah sama: memilih topik yang kamu ketahui tentang sesuatu dan yang menarik minatmu atau penting bagimu. Meskipun mungkin ada kali dalam hidupmu ketika kamu harus berbicara pada topik yang asing bagimu, di kelas ini dan di marjority besar pengalaman berbicara kehidupan nyata, kamu akan berbicara pada topik yang memenuhi tes ini.
Karena pidatomu akan diberikan kepada audiens tertentu, sebelum kamu mendapatkan sangat jauh Anda harus berpikir tentang audiens yang spesifik: siapa mereka? apa yang mereka perlu tahu tentang topik kamu? Apa yang mereka sudah tahu? untuk menjawab pertanyaan ini, kamu perlu membuat analisis pendahuluan audiens berdasarkan jenis kelamin, budaya, usia rata-rata, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, dan kelompok afiliasi. Ketika kamu mempelajari faktor-faktor ini, kamu dapat menilai jenis bahan penonton mungkin untuk mengetahui dan informasi yang mereka cenderung untuk menanggapi.
Demikian pula kamu juga perlu mempertimbangkan pengaturan: Berapa ukuran dari audiens? Ketika akan pidato akan diberikan? di mana akan pidato diberikan? apa ada batas waktu untuk pidato? Apa tugas tertentu? Karena kamu akan berbicara di kelas yang sama semua istilah, kamu dapat menentukan setiap kekhasan ruangan yang kamu butuhkan untuk mempertimbangkan. paling penting dari pidato pertama ini adalah ukuran dari audiens dan batas waktumu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menggapai Keistimewaan Ramadhan dengan Memperbaiki Diri

Bagaimana  S eorang  M uslim  M enyambut  B ulan Ramadhan? Bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan dan keberkahan, padanya dilipatgandakan ...