Professsor Montrose memulai kelas dengan mengatakan
"mari kita lihat beberapa kata kunci dari bab yang ditugaskan untuk
membaca untuk hari ini." ia kemudian menunjuk ke Paul dan bertanya, "apa
yang menjadi kunci untuk memecahkan masalah Kingston efektif?" Paul, menggerutu
dan berubah merah, mulai berkeringat dan tergagap, "baik, eh, saya kira
itu, baik ..." Montrose kemudian menunjuk ke siswa berikutnya dan
bertanya, "Sylvia, apa yang akan kamu katakan tentang ini?" Sylvia
melihat Prof. Montrose dan jawaban, "Menurut teks, ada tiga langkah yang
terlibat." ia melanjutkan dengan daftar langkah-langkah dan kemudian mendiskusikan
ketiganya.
Kamu mungkin
berpikir, "miskin, Paul. ia baru saja jadi gugup ketika Montrose menunjuk
ke arahnya dan bertanya pertanyaan yang dia tidak bisa mengingat apa-apa."
dan mungkin bahwa dia menderita anxiety- pidato parah atau demam panggung. tapi
kemudian mengapa Sylvia dapat melihat Montrose di mata, katakan padanya
tampaknya ada tiga langkah, dan kemudian disccus masing-masing? satu jawaban
mungkin "baik, dia tidak menderita demam panggung, jadi dia bisa menjawab
pertanyaan itu." lagi, yang mungkin juga benar. tapi ada jawaban lain
juga: Paul tidak siap untuk kelas, sementara Sylvia tidak hanya membaca materi
teks tetapi juga telah digariskan poin kunci dan memeriksa mereka sambil minum
kopi sebelum kelas.
Pemahaman mengenai
ketakutan berbicara didepan umum
Seseorang memiliki
ketakutaan untuk berbicara didepan umum ketika
mereka baru pertama melakukannya. Dan mereka yang mengajar untuk berbicara
sudah tertekan dengan membantu murid-murid mengatasi ketakutan mereka hampir
sepanjang waktu. Ketakutan berbicara di depan umum, suatu kegelisahan dalam
berkomunikasi,
adalah
tingkat ketakutan seseorang alami ketika mengantisipasi atau ketika berbicara
kepada audiens. Hampir semua dari kita memiliki tingkat ketakutan untuk
berbicara di depan umum, tapi sekitar 15% dari populasi U.S mengalami tingkat
tertinggi dari ketakutan. Namun ketakutakan ini tidak pernah menghentikan
seseorang untuk berbicara! dalam karir mengajar kami hanya memiliki dua siswa
yang demam panggung begitu parah sehingga mereka tidak bisa menyelesaikan
pidato. pertama berjalan kedepan kelas, melihat audien, dan berlari kembali ke
tempat duduk. yang lain berhenti, berubah pucat, duduk, dan kemudian berjalan
kembali ke tempat duduknya. Hari ini kita mendapat keuntungan dari sekian banyaknya penelitian
pelajar yang pernah melakukan penelitian metode berbicara didepan umum untuk
membantu kita mengatasi rasa grogi
kita.
Tanda-tanda ketakutan dalam berpidato
Tanda-tanda
ketakutan dari berbicara di depan umum berbedara-beda dari individu satu dengan
individu yang lainnya, dan pergerakan gejala dari mendingan hingga tidak
ada sama sekali. Termasuk gejala jasmani, emosi, dan reaksi mental. Gejala
jasmani, kamu mungkin mengalami gangguan (atau mual), kulit yang memerah,
berkeringat, bergetar, pusing, cepat atau beratnya detak jantung, dan hilangnya
kefasihan dalam berbicara termasuk gagap dan pengucapan yang tersendak-sendak
(“seperti”,”kamu tahu”,”ah”,”um”). Gejala secara emosi, kamu mungkin akan
khawatir, cemas, atau bingung. Kamu juga akan berfikir negatif atau pemikiran
yang berpola. Sebagai contoh, ketakutan yang terlalu terhadap seseorang mungkin
akan menetapkan pemikiran seperti “aku akan membuat diriku bodoh” atau “saya
hanya tahu bahwa saya akan menggagalkannya”.
Untunglah, tingkat dari ketakutan
berbicara didepan umum yang kita alami terlihat berbeda dan berangsur-angsur
berkurang sepanjang kita berbicara. Penelitian sudah mengidentifikasi tiga macam dari reaksi proses
yang kita lalui: reaksi selama menunggu, efek konfrontasi, dan reaksi dalam
beradaptasi.
Reaksi selama menunggu,
adalah tingkat dimana kegelisahan yang kamu alami sebelum memberikan pidato,
termasuk kamu merasa grogi sembari mempersiapkan dan menunggu untuk berpidato.
Reaksi konfrontasi, adalah
dimana tingkat kegelisahanmu kamu merasa seperti kamu akan
memberikan pidato. Tingkat
ini kamu akan mulai gugur
sekitar satu menit atau sampai kamu berpidato dan akan biasa pada saat
berbicara sekitar lima menit sampai kamu
presentasi.
Reaksi dalam beradaptasi, dimana tingkat kegelisahanmu berangsu-angsur
turun itu mulai sekitar satu menit sampai presentasi dan berkurangnya tingkat
rasa kegelisahanmu hingga waktu sebelum berbicara sekitar lima menit. Peneliti
menemukan hampir dari kita mengalami tingkat tengah-tengah antara rasa menunngu
dan konfrontasi reaksi. Jadi, itu
normal merasa grogi
sebelum kamu berbicara.
Penyebab ketakutannya berpidato
Penyebab
dari ketakutan berbicara di depan umum masih dipelajari, tapi beberapa penyebab
sudah di ajukan. Yang termasuk ketakutan ini karena watak berdasarkan faktor
biologis, pengalama sebelumnya, dan tingkat dari kemampuan.
Watak berdasarkan faktor biologis
Pertama, baru-baru ini peneliti
menemukan bahwa ketakutan berbicara di depan umum mungkin sudah bawaan dari
lahir. “communibiological” ini menjelaskan proses bahwa beberapa dari kita
mengalami ketakutan saat berbicara
di depan umum yang berawal
dari watak kita. Yang mana sudah tertanam pada syaraf kita secara alami.
menurut teori ini, ada dua aspek watak yang mewarisi, kepribadian yang terbuka
dan kepribasian yang tertutup dan neurotisme, bercampur bersama menciptakan
ketakutan berbicara di depan umum pada tingkat tertinggi. Seorang yang
berkepribadian terbuka mengalami ketakutan tingkat rendah untuk berbicara di
depan umum daripada orang yang berkepribadian tertutup. Orang yang
berkepribadian terbuka biasanya lebih ramah, lincah, aktif, tegas, dominan, dan
menantang daripada orang yang berkepribadian tertutup. Tingkat ketakutan
berbicara di depan umum juga berhubungan dengan karakter watak yang di sebut
“neurotisme”. Orang yang memiliki watak neurotik pada tingkat yang lebih tinggi
mengalami secara umum cemas, depresi, rasa bersalah, rasa malu, perubahan
suasana hati, dan berpikir yang tidak rasional daripada mereka yang memiliki
watak yang lebih stabil. Menurut teori communibioogical, ketakutan berbicara di
depan umum cenderung lebih tinggi bagi mereka yang memiliki kepribadian yang
tertutup dan neurotik. Apakah ini berati jika kamu memiliki watak yang
cenderung memiliki ketakutan berbicara di depan umum pada tingkat tinggi maka
kamu ditakdirkan untuk gagal dalam upaya untuk berbicara secara efektif? Tentu saja
tidak, tapi itu akan memacu anda bahwa “kamu akan melawannya” dan mungkin akan
membutuhkan pertolongan khusus belajar dalam bagaimana utnuk menguasai beberapa
aspek yang buruk pada watakmu.
Pengalaman sebelumnya
Kedua, tingkat ketakukan berbicara
di depan umum mungkin juga penguat dari akibat yang kita terima dari usaha yang
kita lakukan pada pembicara sebelumnya. Dari membaca dengan lantang selama
kelas dua untuk
melaporkan secara lisan di kelas IPA untuk menerima penghargaan olahraga di
perjamuan, kita memiliki berbagai pengalaman “berbicara di depan umum”.
Seberapa baik kita tampil di masa lampau adalah seperti mempengaruhi bagaimana
ketakutan kita ketika berbicara di depan umum sekarang. Jika guru kelas duamu
memalukanmu ketika kamu membaca dengan lantang, atau jika kamu gagal dalam
laporan IPA, atau jika temanmu menertawakanmu saat kamu memberikan sambutan
pidato, kamu mungkin akan lebih ketakutan untuk berbicara di depan umum
daripada jika sebelumnya kamu telah dipuji karena usahamu. Ketakutan berbicara
di depan umum yang kita rasakan adalah karena pengalaman kita sebelumnya,
pemikiran yang kurang nyaman, tidak bisa menghalangi penampilan kita yang
selanjutnya. Ada banyak strategi yang bisa kita gunakan selama kita melakukan
persiapan untuk berbicara itu yang
akan membantu mengurangi ketakutan kita dan lebih efektif. Kita akan berdiskusi
beberapa dari strategi ini.
Tingkat kemampuan
Penyebab
yang ketiga dari
ketakutan berbicara di depan umum kita percaya apa datang dan yang terpenting dari
kemampuan berbicara yang kurang berkembang. Ini merupakan “kempuan yang kurang”
teori sebelumnya menjelaskan tentang ketakutan dan terus mendapat perhatian
peneliti. Itu menjadikan kita ketakutan karena kita tidak tahu bagaimana untuk
(atau memilih untuk tidak) merencanakan atau mempersiapkan presentasi yang
efektif.
Merencanakan pidato yang efektif merupakan sebuah proses yang
tersusun secara rapi yang didasarkan
pada satu keterampilan. Ketika kita tidak
tahu apa yang kita lakukan
atau menerapkan keterampilan ini, kita cenderung memiliki tingkat reaksi
antisipasi yang tinggi. Di sisi lain, ketika kita menjadikannya kemampaun pada
6 langkah proses merencanakan pidato dan kita menggunakannya dengan sangat
teliti untuk mempersiapkan presentasi. Presentasi kita akan memberikan kita
kepercayaan diri menjadikan
rasa antisipasi akan berkurang dari
pada kita tidak mempersiapkan dengan baik. Tujuan dari
kuliah ini adalah membantumu menjadi terampil dan dengan demikian akan
menjadikanmu pembicara yang percaya diri.
Tingkat ideal ketakutan
Banyak
dari kita yang percaya bahwa akan lebih baik jika kita bebas sepenuhnya dari
rasa grogi dan ketakutan. Tapi berdasarkan studi tahun ini, Prof. Gerald
Phillips menarik kesimpulan bahwa rasa grogi
tidak selalu negatif. Dia mencatat bahwa “pembelajaran secara langsung terbaik
ketika tubuh berada pada titik ketegangan”. Faktanya, sedikit grogi akan
membantu kita melakukan yang terbaik, jika kamu lesu ketika memberikan pidato,
kamu mungkin tidak melakukannya dengan baik.
Karena setidaknya sedikit
ketegangan mengkonstruktif, tujuannya tidak untuk menghilangkan rasa grogi tapi belajar bagaiman
untuk menguranginya. Menurut Phillips, pembelajaran yang diikuti sekelompok
mahasiswa yang mengambil kursus berbicara menemukan bahwa hampir dari keseluruhan
mereka mengalami ketegangan, tetapi hampir dari mereka telah belajar untuk
mengurangi rasa grogi. Phillpis mengambil kesimpulan bahwa “kelihannya mereka
telah belajar untuk mengatur ketengangan, tidak terlihat lagi pada mereka, dan
mereka akan maju terus dan melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan.” jadi
mari kita lihat bagaimana kamu mengatasi dan ketakutan demam panggung. Dan
menggunakannya untuk kepentinganmu.
Mengatasi Ketakutan berbicara di Depan Umum
Karena
ketakutan kita untuk berbicara di depan umum disebabkan karena berbagai
permasalahan, ada beberapa metode secara umum yang bisa membantu kita untuk
mengurangi rasa cemas kita dan beberapa teknik yang lebih spesifik yang bisa
kita gunakan untuk mengatur rasa grogi kita.
Metode Umum
Beberapa
metode memiliki tujuan dalam mengurangi ketakutan sebagai akibat dari pikiran kita yang khawatir dan keyakinan yang
tidak rasional. Metode yang lain menjadikan senjata dalam mengurangi gejala
fisik yang kita alami. Sedangkan yang
lain masih fokus terhadap membantu kita mengatasi kurangnya kecakapan yang
membawa kita pada kecemasan. Di sesi ini kita mempertimbangkan 4 metode umum
untuk mengurangi ketakutan dalam berbicara di depan umum.
- Komunikasi yang
berorientasi motivasi (COM) teknik dibuat untuk mengurangi rasa
cemas dengan membantu kita memakai “komunikasi” ketimbang “pertunjukkan”
yang berorientasi pada pidato kita. Menurut Michael Motley, kekhawatiran
berbicara di depan umum akan meningkat jika kita hanya berpusat pada penampilan
kita, melihat berbicara di depan umum sebagai situasi yang menuntut kita
menyampaikan dengan taknik yang spesial dalam rangka untuk membuat audiens
terkesan “estetika” atau melihat audiens sebagai dari pengkritis yang
tidak akan memaafkan kesalahan kita meskipun sedikit. Di sisi lain, jika
kita melakukan pendekan pidato dari komunikasi yang berorientasi
motivasi, kita lihat pidato kita sebagai kesempatan untuk berbincang
dengan beberapa orang tentang sebuah topik yang penting untuk kita dan
juga untuk audien. Ketika kita memiliki komunikasi yang berorientasi pada
motivasi, kita akan tetap fokus untuk mendapatkan pesan kita dapat
tersampaikan pada audien bukan pada bagaimana audiens menilai atau
bereaksi terhadap kita sebagai pembicara.
Jadi,
metode satu yang kita gunakan untuk mengurangi ketakutan berbicara di depan
umum untuk memberikan penampilan yang berorientasi pada dasar perseorangan
memahami ketakutan dari berbicara di depan umum, membantu mereka memahamkan
bagaimana penampilan yang berorientasi menambah ketakutan mereka, dan bekerja
dengan mereka sehingga mereka sadar mereka mengadopsi sebuah komunikasi yang
berorientasi. Ketika kita mengenali bahwa berbicara di depan umum sangat mirip
seperti berbicara santai, yang mana kita fokus pada pesan dan orang yang
mendengarkan, dan kita mengetahui bahwa audien kita sibuk dengan memahami isi
konten pidato kita, tidak dengan menilai kita, kita harus mengadopsi komunikasi
ketimbang penampilan yang berorientasi dan kegelisahan kita berbicara di depan
umum akan menurun.
- Visualisasi yaitu sebuah metode
mengurangi ketakutan dengan menolong kita mengembangkan gambaran mental
dari diri kita
memberikan pidato yang ahli. Sama seperti teknik komunikasi yang
berorientasi motivasi, visualisasi akan membantu kita mengatasi mental dan
emosi yang disebabkan dari ketakutan. Joe Ayres and Thtodore S. Hopf, dua
pelajar yang melakukan penelitian tentang visualisasi, mereke menemukan
bahwa seseorang bisa melihat dirinya sendiri melalui keseluruhan persiapan
pidato dan proses membuat pidato, mereka akan memiliki kesempatan yang
lebih baik untuk berhasil ketika mereka berbicara.
Visualisasi
telah digunakan secara luas dengan atlet untuk meningkatkan kinerja olahraga.
Dalam belajar pemain mencoba untuk memperbaiki persentase penembakan yang
buruk, pemain dibagi dalam tiga kelompok. Satu tidak pernah berlatih, dan
kelompok yang lain berlatih, dan
kelompok ketiga berlatih visualisasi. Seperti yang kita sangka, mereka yang berlatih
mengalami peningkatan yang lebih daripada mereka yang tidak berlatih. Apa yang
terlihat sangat menakjubkan adalah mereka yang hanya berlatih visualisasi
mengalami peningkatan hampir seperti mereka yang berlatih. Bayangkan apa yang
terjadi ketika kamu visualisasikan dan berlatih dengan baik!.
Dari
visualisasi proses dari pembuatan pidato, orang tidak hanya akan mengurangi
ketakutan yang awam, tapi mereka juga akan memiliki laporan pemikiran negatif
yang sedikit ketika mereka benar-benar berbicara. Jadi, kamu akan menggunakan
kegiatan visualisasi sebagai bagian dari persiapan pidatomu. Untuk melengkapi
kegiatan visualisasi yang akan membantumu untuk mempersiapkan pidatomu, gunakan
kaset CD-ROM Challenge of
Effective Speaking untuk mengakses web 2.1: Gambaran kesuksesanmu.
Kegiatan audio ini akan membimbingmu melalui visualisasi dimana kamu akan
membayangkan bahwa kamu akan berhasil menyempurnakan kelengkapan dari persiapan
pidato dan proses presentasi. Dan sekalipun untuk informasi yang lebih tentang
visualisasi, lengkapi InfoTrac College Edition latihan hingga akhir bab
ini.
- Ketidaksensitifan
sistematis merupakan
sebuah metode mengurangi ketakutan dengan secara bertahap orang yang
memiliki peristiwa visualisasi yang semakin takut. Perseorangan harus
mempelajari cara untuk relaksasi, kemudian memperlajari untuk menerapkan
ini tiap-tiap dari cara menimbulkan kecemasan sekalipun mereka visualisasi
dan mempelajari tetap santai ketika mereka menghadapi situasi yang
menimbulkan kecemasan di kehidupan nyata. Metode ini digunakan orang untuk
mengatasi gejala psikis dari ketakutan berbicara di depan umum. Semenjak
“santai” mudah untuk diucapkan, program ini fokus untuk mengajarimu
langkah untuk merilekskan otot. Proses melibatkan meregangkan secara sadar
dan kemudian merilekskan otot untuk belajar mengenali perbedaan antara
kedua kedudukan. Kemudian, dalam posisi rileks, kamu membayangkan dirimu
dengan sukses lebih dalam situasi tertekan- contohnya, pencaarian topik
pidato di perpustakaan, berlatih pidato dengan keras dikamar, dan pada
akhirnya memberikan pidato. Tujuan yang terakhir dari desentasi sistem
adalah agar kami mentransfer perasaan tengan yang kita capai selama
visualisasi tepat saat berbicara. Tenang pada aba-aba- dan itu akan
bekerja.
- Pelatihan
kemampuan berbicara di depan umum sistem
pembelajaran dari kemampuan yang melibatkan dalam menyiapkan dan
menyampaikan pidato yang efektif dengan tujuan meningkatkan kompetensi
berbicara dengan maksud mengurangi ketakutan berbicara di depan umum.
Pelatihan kemampuan didasarkan pada asumsi dari kegelisahan kita tentang
berbicara di depan umum karena kesadaran
yang kita tidak tahu bagaimana untuk sukses, bahwa kita kurang
pengetahuan dan tindakan untuk menjadi efektif. Karena itu, jika kita
memperlajari proses dan sikap bersosialisasi dengan membuat pidato yang
efektif, kemudian kita akan kurang gelisah. Kemampuan berbicara di depan
umum juga termasuk mereka yang menggabungkan dengan proses dari tujuan
analisis, analisis audien dan situasi, pengelompokkan, penyampaian, dan
evaluasi diri sendiri.
Dari
kesemua empat metode untuk mengurangi ketakutan berbicara di depan umum pernah
sukses dalam membantu orang mengurangi rasa cemas mereka. Penelitian dimulai
dari studi perilaku untuk mengidentifikasi teknik yang mana yang paling cocok
untuk orang-orang tertentu. Studi perilaku dari Karen Kangas Dwyer menganjurkan
program yang paling efektif untuk memerangi ketakutan adalah satu gunakan
berbagai teknik tapi perseorangan dari mereka jadi teknik itu digunakan dalam
urutan yang sesuai dengan urutan yang mana perseorangan mengalami ketakutan.
Jadi, sebagai contoh, jika kamu bereaksi langsugn saat berhadapan dengan
situasi pembicaraan memikirkannya sedikit cemas. (“aku tidak tahu apa yang akan
aku lakukan”),(“aku akan membuat diriku bodoh”), yang mana ketika kamu merasa
gugup, kamu akan melakukan yang terbaik pertama dalam pelatihan atau COM
teknik. Lain orang yang segera merasa ketegangan psikis dari ketakutan (seperti
mual dan detak jantung yang cepat) akan akan mendapat keuntungan dari sistem
pembelajaran pertama teknik desentisasi belum bekerja dengan visualisasi atau
penerimaan pelatihan kemampuan. Jadi, untuk mengurangi ketakutan berbicara di
depan umum mungkin kamu akan membutuhkan empat teknik tersebut untuk
dinggunakan, tapi gunakan teknik sesuai urutan cocokan urutan yang mana kamu
mengalami ketakutan.
Teknik-Teknik Khusus
berhubungan
dengan 4 metode umum yang sudah kita bahas sebagai jalan untuk sebuah sistem
yang mengatasi ketakutan berbicara di depan umum, instruktur pembicara umum
biasanya merekomendasikan beberapa teknik yang lebih spesifik untuk pemula.
1. Memiliki waktu yang cukup untuk
persiapan. Selama perkuliahan pertama kamu akan
meneriam silabus, sebuah rencana untuk mengetahui apa yang akan terjadi selama
masa perkuliahan. Instrukturmu akan memberitahumu antara berapa banyak dan
jenis dari pidato yang seperti apa yang akan kamu dapatkan selama masa
perkuliahan. Dengan berdasar pada informasi ini, kmu bisa mengembangkan jadwal
dalam mempersiapkan setiap pidato lebih dari satu atau dua minggu. Jika kamu
mempunyai topik terbaru dalam seminggu atau sepuluh hari utamakan dalam pengumpulan
presentasi, kamu harus bisa mengatur waktu yang
cukup
untuk mempersiapkan pidatomu.
2. Latihlah pidatomu dengan
lantang. Ketika kamu berlatih pidatomu dengan
lantang, kamu akan nyaman mendengarkan dirimu berbicara tentang topikmu. Kamu
indentifikasi dari sesi pidatomu dimana ketika idemu tidak mengalir dan dimana
kamu membutuhkan untuk melakukan persiapan tambahan. Dengan ketiga atau keempat
kali kamu berlatih lantang, kamu akan mengetahui cara penyampaianmu menjadi
lebih mudah dan kepercayaan dirimu akan bertambah dalam kemampaunmu untuk
menyampaiakan ide kepada yang lainnya.
3. Pilih waktu yang tepat untuk berbicara.
Dalam beberapa kelas, pada hari dimana kamu akan mengumpulkan tapi urutan
pembicara pada hari itu adalah relawan. Beberapa murid menjadi gugup ketika
mereka duduk dan mendengarkan yang lain, jadi mereka lebih baik berbicara lebih
awal di lain waktu. Murid yang lain menemukan bahwa mendengarkan akan teman
mereka akan menenangakan mereka, jadi mereka lebih baik berbicara nanti dalam
lain waktu. Jika diberikan kesempatan, pilih untuk waktu berbicara yang optimal
buatmu.
4. Pengaruhi
dirimu dengan yang positif. Dengan tepat sebelum
memulai untuk berbicaara. Latih dirimu dengan permainan sederhana “pregame basi”. Ingatkan
dirimu pada pentingnya dari apa yang kamu ucapkan. Ingat semua kerja kerasmu
untuk menyelesaikan semua persiapan dan ingat bagaimana bagusnya dirimu ketika
kamu pada saat terbaikmu. Ingatkan dirimu bahwa rasa gugup itu normal dan sangat berguna. Beritahu
dirimu bahwa kamu percaya diri dan siap.
5. Tatap audien.
Tatap audien dengan percaya diri. Saat waktunya berjalan kedepan dengan penuh
tujuan. Lihat audiens
untuk beberapa saat. Ambil nafas yang dalam saat kamu tersenyum dan mulai untuk
memperkenalkan diri.
6. Tetap fokus pada idemu.
Sekalipun kamu mungkin merasa grogi,
penonton tidak akan suka melihatnya. Lanjutkan fokus pada berbagi idemu dengan audiens daripada fokus pada grogimu.
Mendapatkan
kepercayaan diri melalui perencanaan pidato yang efektif
Apakah kamu
seorang manajer account pemasaran menyajikan ide kampanye iklan untuk saingan
lengkunganmu, atau mahasiswa memberikan pidato di kelas, kamu akan lebih
percaya kemungkinan keberhasilanmu ketika kamu telah mengembangkan rencana
pidato yang efektif - strategi untuk mencapai tujuan kamu.
Rencana
pidato yang efektif yaitu hasil dari proses enam-langkah:
1.
Memilih tujuan berbicara tertentu yang sesuai audiens dan kesempatan
2.
Memahami audiens dan beradaptasi dengannya.
3.
Mengumpulkan dan mengevaluasi informasi untuk digunakan dalam pidato
4.
Pengorganisasian dan mengembangkan cita-cita menjadi garis besar pidato yang
terstruktur
5.
Memilih alat bantu visual yang sesuai untuk audiens.
6.
Berlatih kata-kata ucapan dan pengiriman
di
bagian selanjutnya dari buku ini, kamu akan mempelajari keterampilan yang
terkait dari setiap langkah. Ketika kamu berlatih keterampilan, kamu akan
mendapatkan kepercayaan diri dalam kemampuanmu untuk mempresentasikan idemu
secara efektif. Mari secara singkat kita priview apa yang kamu pelajari di
setiap langkah.
Langkah
1: pilih tujuan pidato yang sesuai untuk audiens dan kesempatan
Tujuan
pidatomu (atau tujuan pidato) adalah pernyataan dari keinginanmu ingin
audiens tahu, percaya, atau lakukan.
Untuk sampai pada tujuan tersebut, kamu mulai dengan memilih topik. Terlepas
dari apakah kamu seorang pembicara terkenal atau sedang mempersiapkan pidato
pertammu, saran adalah sama: memilih topik yang kamu ketahui tentang sesuatu
dan yang menarik minatmu atau penting bagimu. Meskipun mungkin ada kali dalam
hidupmu ketika kamu harus berbicara pada topik yang asing bagimu, di kelas ini
dan di marjority besar pengalaman berbicara kehidupan nyata, kamu akan
berbicara pada topik yang memenuhi tes ini.
Karena pidatomu akan diberikan kepada audiens
tertentu, sebelum kamu mendapatkan sangat jauh Anda harus berpikir tentang
audiens yang spesifik: siapa mereka? apa yang mereka perlu tahu tentang topik
kamu? Apa yang mereka sudah tahu? untuk menjawab pertanyaan ini, kamu perlu
membuat analisis pendahuluan audiens berdasarkan jenis kelamin, budaya, usia
rata-rata, tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan, dan kelompok
afiliasi. Ketika kamu mempelajari faktor-faktor ini, kamu dapat menilai jenis
bahan penonton mungkin untuk mengetahui dan informasi yang mereka cenderung
untuk menanggapi.
Demikian pula kamu juga perlu mempertimbangkan
pengaturan: Berapa ukuran dari audiens? Ketika akan pidato akan diberikan? di
mana akan pidato diberikan? apa ada batas waktu untuk pidato? Apa tugas
tertentu? Karena kamu akan berbicara di kelas yang sama semua istilah, kamu
dapat menentukan setiap kekhasan ruangan yang kamu butuhkan untuk
mempertimbangkan. paling penting dari pidato pertama ini adalah ukuran dari
audiens dan batas waktumu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar